Waktu masih muda, saya pikir hidup itu harus menuju sesuatu yang besar. Prestasi yang diingat orang, pencapaian yang pantas diceritakan ulang.
Sekarang saya lebih sering berpikir, mungkin tidak apa-apa kalau saya cuma jadi orang biasa. Yang kerja, pulang, makan malam bersama keluarga, tidur, ulang lagi besok.
Bukan karena saya berhenti punya mimpi. Cuma saya berhenti butuh mimpi itu untuk terlihat istimewa di mata orang lain.
Ada ketenangan yang saya temukan belakangan ini, dari hidup yang tidak perlu selalu dipamerkan. Hari yang biasa saja, tanpa pencapaian besar, tapi juga tanpa masalah besar, itu ternyata sudah cukup baik.
Saya tidak tahu apakah ini tanda saya sudah dewasa, atau cuma tanda saya sudah lelah mengejar validasi. Mungkin dua-duanya.
Yang jelas, saya sedang belajar baik-baik dengan hidup yang biasa saja ini. Sejauh ini, tidak buruk.