Beberapa hari terakhir saya mulai pulang lebih awal.

Bukan karena pekerjaan selesai. Kerjaan sepertinya memang tidak pernah benar-benar selesai. Selalu ada satu hal lagi yang bisa dikerjakan, satu chat lagi yang bisa dibalas, satu rapat lagi yang bisa digeser ke jam segini.

Saya pulang lebih awal karena tubuh dan kepala saya tidak lagi sekuat dulu menahan itu semua sampai malam.

Dulu saya bangga bisa lembur sampai kantor sepi. Sekarang saya lebih bangga kalau sempat makan malam bersama di rumah sebelum anak saya tidur.

Bukan berarti saya jadi kerja lebih santai. Cuma beda urutan prioritas. Dan itu ternyata butuh waktu lama untuk saya terima, bahwa pulang cepat bukan tanda saya kurang niat kerja.

Ada yang bilang, "kerja keras waktu muda, biar nanti bisa santai." Saya mulai curiga sama kalimat itu. Nanti itu kapan? Dan siapa yang jamin badan saya masih sanggup menikmatinya waktu "nanti" itu datang?

Jadi untuk sekarang, saya pulang lebih cepat. Bukan solusi untuk semua masalah. Tapi cukup untuk hari ini.